Cara Membaca Output Iteman

Diposting pada

Setelah melakukan analisis butir soal secara kuantittaif menggunakan Iteman, kalian juga harus bisa membaca output iteman agar hasil analisis yang kalian lakukan dapat memberikan informasi yang lebih bermakna:

Berikut adalah cara membaca output iteman yang sudah kalian analisis.

  1. Hasil Statistik Butir Soal

output iteman

  • No ; nomor urut butir soal dalam file data.
  • Scala-item;  nomor urut butir soal dalam skala (tes/subtes)
  • Prop. Correct;  proporsi peserta tes yang menjawab benar butir soal (b). Indeks ini disebut juga indeks tigkat kesukaran soal secara klasikal.
  • Biser;  indeks daya pembeda soal (a) dengan menggunakan koefisien korelasi biserial (Uji Validitas)
  • Point-biser juga indeks daya pembeda soal (a) dan pilihan jawaban (alternatif) dengan menggunakan koefisien korelasi point-biserial. Penafsirannya sama dengan statistik biserial.Note : Nilai -9.000 menunjukan bahwa statistik butir soal atas pilihan jawaban tidak dapat di hitung. Hal ini sering kali terjadii apabila tidak ada peserta tes yang menjawab butir soal/ pilihan jawaban tersebut
  • Prop. Endorsing ; Peluang option dipilih oleh siswa (Efektifitas pengecoh: Contoh: Proporsi siswa memilih Option C sebesar 0,139 atau (13,9%)
  • Tanda (*) yang muncul di sebelah kanan hasil analisis menunjukan kunci jawaban. Pada contoh kunci jawaban terletak pada Option A.

 

2. Output statistic deskripsi butir soal atau Statistik Tes/Skala

output iteman 1

  • N of items adalah jumlah butir soal dalam tes/skala yang ikut dianalisis. Untuk tes/skala yang terdiri dari butir-butir soal dikotomi, hal ini merupakan jumlah total butir soal dalam tes /skala.
  • N of examines adalah jumlah peserta tes yang digunakan dalam analisis.
  • Mean adalah skor rata-rata peserta tes.
  • Variance adalah varian dari distribusi skor peserta tes yang memberikan gambaran tentang sebaran skor peserta tes.
  • Std. Dev adalah deviasi standar dari distribusi skor peserta tes. Deviasi standar adalah akar dari variance.
  • Skew adalah kemiringan distribusi skor peserta tes yang memberikan gambaran tentang bentuk distribusi skor peserta tes. Kemiringan negatif menunjukan bahwa sebagian besar skor berada pada bagian atas (skor tinggi) dari distribusi skor. Sebaliknya kemiringan positif menunjukan bahwa sebagian besar skor berada bagian bawah (skor rendah) dari distribusi skor. Kemiringan nol menunjukan bahwa skor berdistribusi secara simetris di sekitar skor rata-rata (Mean).
  • Kurtosis adalah puncak distribusi skor yang menggambarkan kelandaian distribusi skor dibanding dengan distribusi normal. Nilai positif menunjukan distribusi yang lebih lancip (memuncak) dan nilai negatif menunjukan distribusi yang lebih landai (merata). Kurtosis untuk distribusi normal adalah nol.
  • Minimun adalah skor terendah peserta tes dalam tes/skala tersebut.
  • Maximum adalah skor tertinggi peserta tes dalam tes/skala tersebut.
  • Median adalah skor tengah dimana 50% skor berada pada atau lebih rendah dari skor tersebut.
  • Alpha adalah koefisien reliabilitas alpha untuk tes/skala tersebut yang merupakan indeks homogenitas tes/skala. Koefisien alpha bergerak dari 0,0 sampai 1,0. Koefisien alpha hanya cocok digunakan pada tes yang bukan mengukur kecepatan (speeded test ) dan yang hanya mengukur satu dimensi (single-trait).
  • SEM adalah kesalahan pengukuran standar untuk setiap tes/skala. SEM merupakan estimit dari deviasi standar kesalahan pengukuran dalam skor tes.
  • Mean P adalah rata-rata tingat kesukaran semua butir soal dalam tes secara klasikal dihitung dengan cara mencari rata-rata proporsi peserta tes yang menjawab benar untuk semua butir soal dalam tes/skala.
  • Mean item-Tot nilai rata-rata indeks daya pembeda dari semua soal dalam tes/skala yang diperoleh dengan menghitung nilai rata-rata point  biserial dari semua soal dalam tes/skala.
  • Mean-Biserial adalah juga nilai rata-rata indeks daya pembeda yang diperoleh dengan menghitung nilai rata-rata korelasi biserial dari semua butir soal dalam tes/skala.
  • Scale intercorrelation adalah indeks korelasi antara skor-skor peserta tes yang diperoleh dari setiap subtes/subskala.

 

2. Output Skor Peserta Tes

Output iteman 2

Cobtoh: Peserta 1, jawaban benar sebanyak 17, peserta 2 sebanyak 26 dan seterusnya.

Gimana guys, mudah kan cara membaca output iteman, semoga bermanfaat.

Happy Learning 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *