Uji Beda Sampel Berpasangan dengan SPSS

Diposting pada

Halo guys, pada tulisan saya sebelumnya sudah saya bahas mengenai bagaimana melakukan uji beda sampel berpasangan paired sample t-test secara manual. Uji beda sampel berpasangan ini juga sering ada yang menyebutnya sebagai analisis komparasi dari sampel yang berpasangan. Jadi jangan binggung ya ketika ada menyebut analisis komparasi atau uji perbedaan ataupun uji beda. Dikatakan berpasangan karena subjek yang diamati sama, pengamatan dilakukan pada objek/subjek yang sama pre – post atau sebelum dan sesudah.

Selain hitungan manual, uji ini juga dapat dilakukan dengan bantuan komputer misalnya menggunakan microsoft excel ataupun software statistik seperti SPSS atau yang lainnya. Nah kali ini saya akan kasih tutorial atau langkah-langkah melakukan Uji Beda Sampel Berpasangan dengan SPSS lengkap dengan cara membaca outputnya.

Contoh: Menggunakan data pada Uji Beda Sampel Berpasangan secara manual pada tulisan saya sebelumnya.

Langkah-langkah Uji Beda Sampel Berpasangan dengan SPSS

  1. Buka SPSS, selanjutnya Input data

Uji beda sampel berpasangan spss

Uji beda sampel berpasangan spss 1

  1. Analyze, selanjutnya pilih Compare Means, pilih Paired Sample T Test

Uji beda sampel berpasangan spss 2

Uji beda sampel berpasangan spss 3

  1. Masukkan Variabel (Sebelum dan Sesudah) pada kotak dialog “Paired Variables”, setelah itu OK

Uji beda sampel berpasangan spss 4

Sehingga akan muncul Output:

Uji beda sampel berpasangan spss 5

Membaca Output Uji Beda Berpasangan dengan SPSS

Hipotesis:

  • Ho: µ1 = µ2 (Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kinerja karyawan sebelum dan sesudah kenaikan gaji 10%)
  • Ha: µ1 ≠ µ2 (Ada perbedaan yang signifikan antara kinerja karyawan sebelum dan sesudah kenaikan gaji 10%)

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai |t-hitung| sebesar 2,223 dengan nilai signifikansi p-value sebesar 0,043. Hal ini menunjukkan bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,223 > 2, 145) dan nilai signifikansi p-value lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0,043 < 0,05), yang artinya bahwa Ho ditolak, maka Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kinerja karyawan sebelum dan sesudah kenaikan gaji 10%. Nilai rata-rata kinerja karyawan setelah kenaikan gaji lebih besar dari pada sebelum kenaikan gaji (26,533 > 24,533) menunjukkan bahwa kenaikan gaji memberikan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

Gimana guys, mudah kan, semoga bisa membantu ya,,

Happy Learning :- )

Baca Juga uji beda sampel bebas secara manual dan beberapa Tutorial Beberapa Analsis Data dengan SPSS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *