Uji Validitas dengan Korelasi Biserial

Diposting pada

Uji validitas dengan korelasi biserial dilakukan untuk uji validitas instrument tes bentuk dikotomi, yaitu benar skornya 1 dan salah skornya 0. Rumus korelais biserial sebagai berikut ini.

korelasi biserial

Keterangan:

  • Ypbi = koefisien korelasi biserial
  • Mp = rerata skor subjek menjawab benar pada butir ke-i
  • Mt = rerata skor total
  • St = standar deviasi skor total
  • pi = peluang menjawab benar butir ke-i
  • qi = peluang menjawab salah butir ke-i

Langkah-langkah uji validitas dengan korelais biserial, sebagai berikut:

  1. Tentukan rata-rata skor subjek menjawab benar pada butir ke-i
  2. Tentukan rata-rata skor totalnya
  3. Tentukan standar deviasi skor total
  4. Tentukan peluang subjek menjawab benar pada butir ke-i
  • p=jumlah subjek menjawab benar / Jumlah seluruh subjek
  1. Tentukan peluang subjek menjawab salah, yaitu q=1-p
  2. Tentukan korelasi untuk masing-masing butir

 

Contoh untuk butir 1

  1. Menentukan Mp1 (Rata-rata skor subjek/responden menjawab benar), yaitu skor subjek menjawab benar/skor benar butir ke-1. Pada butir satu subjek yang menjawab benar subjek 1, 4, 5, 6 dan 8 dengan skor benar masing-masing subjek secara berturut-turut 4, 2, 5, 5, dan 2, dengan sor jawaban benar pada butir ke-1 adalah 5.

korelasi biserial 1

  • Mp1= (4+2+5+5+5)/5 = 4,2
  1. Menentukan Mt (Rata-rata skor total)
  • Mt = 33 / 10 = 3,3
  1. Menentukan St (Standar Deviasi Total)

standar deviasi

  1. Peluang menjawab benar butir ke-1 (p1) dan peluang menjawab salah (q1)
  • p1= 5/ 10 = 0,5; maka q1 = 1- 0,5 = 0,5
  1. Korelasi biserial butir ke-1

korelasi biserial 2

Butir 1, memilki nilai korelasi biserial sebesar 0,692. Nilai korelasi ini lebih besar dari kriteria standar minimal uji validitas 0,300. Hal ini berarti butir 1 valid karan korelasi biserial 0,692 > 0,300.

Untuk butir 2 sampai butir 5, silahkan kalian lanjutkan sendiri sebagai latihan dalam melakukan uji validitas dengan korelasi biserial.

Gimana guys,,mudah sebetulnya, tapi kalau butirnya banyak ya lumayan juga kalau ngitung manual pakai kalkulator hehe..tapi kan sekarang bisa menggunakan Microsoft Excel untuk mempermudah perhitungan,,setidaknya lebih efektif daripada menggunakan kalkulator.. 🙂

Semoga bermanfaat ya guys..

Happy Learning 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *