Uji Validitas Instrument Nontes dan Tes

Diposting pada

Uji validitas dapat dialakukan menggunakan hitungan secara manual ataupun terkomputerisasi. Semakain banyak butir yang kalian gunakan, hitungannya semakin banyak. Jika melakukan hitungan manual akan memakan waktu yang lama dan tentunya kesalahan pengukuran akan semakin besar. Oleh sebab itu sering digunakan bantuan komputer dalam melakukan pengujian validitas.

  • Uji validitas dapat dilakukan menggunakan analisis factor ataupun analisis butir. Analisis factor digunakan ketika ingin mengetahui validitas berdasarkan factor dari variabel yang akan diuji (dimensi atau indikator), jadi butir-butir akan mengelompok berdasarkan faktornya, sedangkan analisis butir digunakan ketika melihat validitas berdasarkan butir-butir dalam indikator/dimensi dari variable yang akan digunakan (per butir)
  • Dalam melakukan uji validitas secara empiris (uji coba instrument), baik instrument tes maupun nontes tentunya sudah teruji secara internal (logis), baik isi ataupun konstruknya. Suatu instrument yang diuji coba dikatakan valid ketika skor butirnya memiliki kontribusi yang besar terhadap skor total, atau dengan kata lain dikatakan valid ketika skor butirnya memiliki korelasi yang besar terhadap skor totalnya.
  • Nilai korelasi yang diperoleh inilah selanjutnya dibandingkan dengan kriteria yang sudah ada, ada yang membandingakn dengan r-tabel ada yang membandingkan dengan kriteria standar minimal atau batas minimal yaitu 0,300. Instrument dikatakan valid ketika nilai korelasi butir dengan skor totalnya ≥ 0,300 atau jika menggunakan r-tabel, maka dikatakan valid ketika nilai korelasi butir dengan skor totalnya ≥ r tabel (df=n-2)
  • Cara melakukan Uji validitas instrument dapat dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment atau korelasi point biser.
  • Korelasi Product Moment sering digunakan untuk indtrument nontos, tetapi ada juga yang menggunakan korelasi Product Moment  untuk instrument tes

korelasi product moment

  • Keterangan
  • i: butir ke-i, untuk i=1,2,3,…
  • Xi: skor butir
  • Y: Skor total
  • riy= korelasi antara butir ke-i dengan skor total

Contoh: Uji Validitas dengan Korelasi Product Moment

  • Korelasi biserial digunakan untuk instrument tes bentuk dikotomi, yaitu tes benasr salah, benar skor 1 dan salah 0. Rumus matematis korelasi biserial

korelasi biserial

  • Keterangan:
  • Ypbi = koefisien korelasi biserial butir ke-1
  • Mpi = rerata skor subjek menjawab benar pada butir ke-i
  • Mt = rerata skor total
  • St = standar deviasi skor total
  • pi = peluang menjawab benar butir ke-i
  • qi = peluang menjawab salah butir ke-i

Contoh: Uji Validitas dengan Korelasi Biserial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *